
Aek Sipangolu (Foto 2011)
Nama
sebuah air terjun di Bakara. Mata airnya berasal dari telaga batu cadas
di lereng pegunungan. Asal mula air ini berkat kesaktian Raja
Sisingamangaraja. Kala itu Sang Raja dalam perjalanan pulang dari
Manduamas-Barus menuju Lumban Raja-Bakara dengan membawa seekor Gajah
Putih (Gaja Putih)
yang langka sebagai hadiah kerajaan dari Pamannya yang bernama Raja
Uti. Karena perjalanan jauh dan teriknya matahari, timbul dahaga dan
Gaja Puti sekarat kehausan, sementara air Tao Toba jauh terletak di kaki
gunung yang terjal. Raja Sisingamangaraja berdoa kepada Ompu Mulajadi
Na Bolon, kemudian menancapkan tombak Hujur Siringis
ke batu cadas, dan memancarlah air dari tempat tersebut. Air tersebut
diminum langsung ke mulut sehingga dinamakan (semula) sebagai Binanga Bibir (Telaga Bibir), dan disebut juga sebagai Aek Sipaulak Hosa (air pelepas dahaga).
Binanga Bibir
menjadi dikenal sejak sekitar tahun 1950-an, ketika seorang lumpuh
setelah mandi di air tersebut terbukti pulih dan dapat berjalan kembali.
Khasiat air tersebut tersebar dan banyak masyarakat menggunakannya
sebagai obat untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Karena daya penyembuh
ajaibnya, dinamakan Aek Sipangolu artinya air (aek) yang memberi kehidupan/yang menghidupkan (sipangolu).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar